Sebuah Awal Baru

Hallo Jourmate,
Terima kasih telah sudi untuk tersesat di blog ini. Postingan pertama selalu menyenangkan, dan melegakan bagi saya. Iya, akhirnya lega blog ini akhirnya bisa online setelah sekian lama berwacana. Ya, idenya sendiri sudah ada sejak lama, kurang lebih setengah tahun lalu. Adalah ketika saya merasakan mulai jenuh dengan udafanz.com yang isinya campur baur, dan mayoritas isinya bukan lagi tulisan – tulisan yang merupakan hasil dari pemikiran dari kepala (baca: paid post). Apalagi saat itu sedang rame-ramenya blogger dengan niche yang jelas, sedangkan udafanz.com? Mau ngaku lifestyle blog? Hahaha.

Dan sejak saat itu saya mulai berpikiran untuk menyelamatkan dan mengabadikan tulisan – tulisan saya tentang tempat yang pernah saya kunjungi ke sebuah blog yang memang isinya itu saja. Ya boleh lah ditambah dengan review tempat menginap selama perjalanan dan juga kuliner yang saya temukan. Intinya saya ingin sebuah travel blog. Yang isinya itu semua, dan kalaupun nantinya akan ada paid post, saya tidak mau merusak niche blog ini.

Setengah tahun waktu yang lama untuk mencari nama. Saya sudah seperti bapak yang mencari nama untuk anaknya. Tidak boleh asal dan kalau bisa tidak ada orang yang punya nama tersebut. lalu pada suatu saat, terlintas di kepala travalogy, sebuah nama yang menurut saya cocok untuk blog dengan niche travel. Sebuah nama yang terinspirasi dari blog milik food vlogger favorit saya, Mark Wiens, yang punya blog dengan nama migrationoloy. Namun sayangnya, travalogy.com maupun travalogy.net sudah ada yang meregistrasi namanya.

Tidak kurang akal, saya mencoba untuk menghilangkan huruf vokal dari kata travalogy yang kemudian menjadi trvlgy. Keren. Kesan pertama saya, nama trvlgy cukup keren. Namun saya membutuhkan second opinion biar makin yakin kan. Soalnya nama domain gak bisa diganti seenknya. Akhirnya saya pun chat sama Fasya, 1/3 dari jalanhorebdg.com, sebagai seorang guru spiritual :)) . Setelah chat bisa disimpulkan kalau nama trvlgy kurang mudah diingat dan nanti bacanya juga beda-beda. Masuk akal sih. Pada akhirnya saya mendiamkan masalah penamaan blog ini cukup lama.

Higga akhirnya seminggu yang lalu ketika “merenung” tiba-tiba saya mendapatkan nama Journotes. Gabungan dari dua kata yang bisa mewakili blog ini, Journey dan Notes. Sederhanya blog ini adalah tempat yang berisi catatan perjalanan saya. Dan untuk pembacanya (iya, semoga ada yang baca blog ini) saya menyebutnya Jourmates. Aslinya kan artinya teman perjalanan. Tapi bebas sih mau mengartikan apapun, biar enak aja sih.

Dan pada akhirnya, selamat datang di Journotes.com. Maaf kalau masih banyak kekurangan di blog ini, saya masih melakukan pengaturan ini itu saat ini, moga segera selesai. Selamat membaca, semog saya bisa sering jalan – jalan biar konten blog ini bertambah. Dan untuk pembaca udafanz.com (maap nih pede), tenang saja saya akan segera publish post terbaru di sana. Tunggu saja. 🙂

Salam

Bukittinggi, 27 Juli setelah maghrib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *